Ads 468x60px

Featured Posts Coolbthemes

Selasa, 01 November 2011

34.704 Siswa SD Se-Maluku Ikut UN


[AMBON] Gubernur Maluku Karel Albert Ralahallu beserta sejumlah pejabat provinsi maupun kota berkesempatan membuka sampul Ujian Nasional (UN) Sekolah Dasar se-Maluku dan memantau pelaksanaan UN di sejumlah sekolah.

“Saya mengajak seluruh siswa dan siswi untuk sungguh-sungguh melaksanakan UN agar berhasil dan dapat melanjutkan studi lagi ke tingkat Sekolah Menengah Pertama,” kata Karel Ralahallu di Ambon Selasa (10/5).

Di Maluku terdapat 34.705 siswa SD dan sederajat mengikuti UN Berstandart Nasional pagi ini. Sejumlah siswa yang megikuti UN ini tersebar di 1.745 sekolah di 11 kabupaten/kota di Maluku.

Dia mengatakan, kesiapan UN dilakukan dengan baik, termasuk kesiapan pendistribusian soal UN tim pengawas yang melakukan pengawasan selama UN berlangsung.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Nasional Salim Kairoty mengatakan, kekuatiran terjadi kebocoran soal UN ternyata tidak ditemukan samasekali. Diharapkan UN SD selama tiga hari berjalan baik.

“Dengan pelaksanaan UN ini, saya berharap agar para siswa tetap teguh dalam menghadapi soal-soal UN dan biarlah tetap percaya diri dan tidak terpancing dengan berbagai situasi dan kondisi,” katanya.

Ketua Panitia UN Kota Ambon, Drs. Jan Lawalatta, menjelaskan, pendistribusian soal untuk sekolah-sekolah dilakukan sehari sebelum pelaksanaan UN artinya penerapan ini sama halnya dilakukan saat proses UN untuk SMP dan SMA/SMK/MA.

Jan mengatakan, distribusi naskah UN baik berupa lembaran jawaban maupun lembaran soal bagi sekolah-sekolah sementara untuk cadangannya hanya sebanyak lima lembar tetapi tetap di tahan di posko.[156]
Reade more >>

Minggu, 30 Oktober 2011

Sejarah Maluku

Sejarah

Kota Ambon mulai berkembang semenjak kedatangan Portugis di tahun 1513,<ref name="RICKLEFSp25">Templat:Cite book</ref> kemudian sekitar tahun 1575, penguasa Portugis mengerahkan penduduk di sekitarnya untuk membangun benteng Kota Laha atau Ferangi yang diberi nama waktu itu Nossa Senhora de Anuneiada di dataran Honipopu. Dalam perkembangannya sekelompok masyarakat pekerja yang membangun benteng tersebut mendirikan perkampungan yang disebut Soa, kelompok masyarakat inilah yang menjadi dasar dari pembentukan kota Ambon kemudian (Citade Amboina) karena di dalam perkembangan selanjutnya masyarakat tersebut sudah menjadi masyarakat geneologis teritorial yang teratur.<ref name="sejarah">ambon.go.id Sejarah Kota Ambon</ref>
Selanjutnya, setelah Belanda berhasil menguasai kepulauan Maluku dan Ambon khususnya dari kekuasaan Portugis, benteng tersebut lantas menjadi pusat pemerintahan beberapa Gubernur Jenderal Belanda dan diberi nama Nieuw Victoria (terletak di depan Lapangan Merdeka, bekas Markas Yonif Linud 733/Masariku kini markas Detasemen Kavaleri). Benteng ini merupakan tempat dimana Pattimura dieksekusi. Pahlawan nasional Slamet Rijadi juga gugur di benteng ini dalam pertempuran melawan pasukan Republik Maluku Selatan.
Reade more >>